top of page

Perkembangan Pengolahan Minyak Jelantah di Indonesia

Setelah mengetahui bahwa minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar biodiesel, hal selanjutnya yang paling penting dilakukan adalah tahap implementasi. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak akan berguna jika tidak diterapkan secara langsung. Di Indonesia, penerapan pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel baru dilakukan di beberapa tempat saja, sebagian besar dilakukan atas inisiatif NGO dan sebagian lagi pemerintah daerah. Setidaknya ada 3 kota yang terlihat secara aktif dalam mengolah jelantah yaitu Bali, Bogor, dan Balikpapan.


1. Bali

Inisiatif pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel di Bali awalnya dilakukan oleh Yayasan Lengis Hijau, bentukan NGO Caritas asal Swiss. Yayasan Lengis Hijau selanjutnya bekerja sama dengan Green School (KemBali dan GS Bio Bus) untuk mengimplementasikan program tersebut. Setiap harinya, murid-murid Green School bersama pengurus mengunjungi restoran dan rumah makan di daerah Bali untuk mengumpulkan minyak jelantah tersebut. Setelah dikumpulkan, Yayasan Lengis Hijau akan mengolahnya menjadi biodiesel. Saat ini, sebagian besar biodiesel digunakan untuk operasional bus sekolah Green School. Sebagai informasi, bus sekolah ini merupakan bus sekolah pertama di Indonesia yang menggunakan Biodiesel 100%, tanpa campuran Solar.


pengolahan jelantah oleh yayasan lengis hijau bali

Pengolahan Minyak Jelantah oleh Yayasan Lengis Hijau


Kegigihan dan usaha yang dilakukan teman-teman Yayasan Lengis Hijau dan Green School patut diacungi jempol, karena mampu secara aktif mendorong pengelolaan minyak jelantah di Bali secara positif. Dan juga, mereka mampu mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk turut aktif membantu program tersebut. Seperti diketahui, Bali merupakan salah satu destinasi wisata favorit, dimana di Bali memiliki banyak sekali hotel, restoran, tempat makan yang memproduksi minyak jelantah. Potensi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Yayasan Lengis Hijau. Ekosistem yang baik didukung dengan pelaksanaan program yang konsisten membuat Bali menjadi daerah terdepan untuk urusan pengolahan minyak jelantah di Indonesia. Untuk mengetahui program lebih lanjut mereka, anda dapat mengunjungi website http://www.gsbiobus.org/


Bus Sekolah Green School Berbahan Bakar Biodiesel 100%


2. Bogor

Inisiatif pengolahan minyak jelantah di kota Bogor dilakukan oleh Pemkot Bogor, melalui Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Bogor. Program yang berlangsung semenjak tahun 2007 merupakan program unggulan pemerintah kota Bogor, dimana Bogor termasuk salah satu kota yang mengedepankan pengelolaan ramah lingkungan. BPLHD Bogor akan membeli minyak jelantah milik warga, rumah makan, atau restoran dengan harga Rp 3000/L, lalu selanjutnya minyak jelantah tersebut akan diolah menjadi biodiesel oleh PT Mekanika Elektrika Egra (MEE). Penggunaan biodiesel yang dihasilkan sebagai campuran bahan bakar untuk Bus Trans Pakuan Bogor. Namun sayangnya, semenjak akhir tahun 2014 program ini berakhir, dan pemerintah kota Bogor mengatakan akan mengevaluasi program ini untuk menentukan kelayakan kelanjutan program ini. Menurut informasi, alasan utama terhambatnya keberlanjutan program ini adalah keterbatasan dana. Padahal, program ini sangat positif dampaknya, baik bagi lingkungan, bagi warga Bogor, dan bagi pemerintah kota Bogor.

Bus Transpakuan Bogor


3. Balikpapan

Inisiatif pengolahan minyak jelantah di kota Balikpapan dilakukan oleh organisasi Jelantah4Change. Jelantah4Change dibentuk oleh rekan rekan Engineer perusahaan minyak yang beroperasi di Balikpapan (Total dan Pertamina) atas kepedulian terhadap lingkungan dan energi terbarukan. Untuk mengetahui lebih jelasnya, bisa melihat twitter mereka di https://twitter.com/jelantah4change

Jelantah Yang Dikumpulkan Jelantah4Change

Archive
Search By Tags
bottom of page