LINKS
ABOUT

BELIJELANTAH OFFICE

Epicentrum Walk Lt.7

Jakarta Selatan - Indonesia

SOCIAL
  • Instagram - Black Circle
  • Black Twitter Icon
  • Black Facebook Icon

Cara Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel

June 17, 2017

Secara struktur kimia, minyak jelantah mempunyai kandungan trigliserida yang sangat tinggi. Trigliserida ini dapat diolah menjadi biodiesel melalui reaksi kimia trans estrifikasi. Biodiesel adalah bahan bakar mesin diesel yang berasal dari minyak tumbuhan dan hewan. Penggunaan biodiesel adalah sebagai bahan bakar mesin diesel seperti truk, alat berat, genset, dan lainnya. Secara umum, karakteristik utama biodiesel adalah memiliki angka setana yang lebih tinggi dari spesifikasi minyak solar biasa, dapat terdegradasi dengan mudah, tidak mengandung sulfur serta senyawa aromatik sehingga emisi pembakaran yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dari pada minyak diesel jenis solar. 

 

 

Biodiesel

 

Biodiesel saat ini sedang berkembang pesat di indonesia. Perkembangan pesat ini didorong oleh kebijakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan penggunaan biofuel (biodiesel dan bioetanol) menjadi 5% dari total energi di Indonesia pada 2025. Jika 13,000 liter minyak jelantah yang dibuang di Jakarta semuanya diolah menjadi biodiesel, akan dihasilkan lebih dari 10,000 liter biodiesel yang dapat digunakan untuk ratusan kendaraan diesel seperti truk.

 Kendaraan Yang Menggunakan Biosolar

 

Sebagian besar produksi biodiesel di Indonesia masih berasal dari feedstock minyak kelapa sawit. Kelapa sawit sendiri adalah bahan baku yang digunakan banyak industri, tidak hanya biodiesel saja. Maka dengan menggunakan kelapa sawit untuk produksi biodiesel, akan terjadi kompetisi antar industri. Dibandingkan minyak sawit, minyak jelantah yang digunakan sebagai feedstock memiliki keunggulan utama mengubah waste menjadi produk yang mempunyai nilai guna. Secara holistik, proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel dapat bermanfaat terhadap pelestarian lingkungan, serta mengembangkan energi yang sifatnya terbarukan. Kelebihan utama dari memproduksi biodiesel menggunakan feedstock minyak jelantah adalah 1) presentase pengurangan emisi CO2 nya paling tinggi, mencapai 86%, dibandingkan solar biasa dan 2) harga feedstock yang sangat murah. Dibandingkan minyak sawit, harga minyak jelantah jauh lebih murah.

 

Lalu bagaimana cara memproses minyak jelantah menjadi biodiesel ? Berikut adalah reaksi kimia yang terjadi saat kita mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel :

Reaksi Transestrifikasi

 

Dari aspek teknis, secara umum trigliserida yang ada dalam minyak jelantah akan bereaksi dengan alkohol, dibantu katalis asam/basa, menghasilkan biodiesel (metil ester) dan gliserin. Alkohol yang umum digunakan adalah metanol. Katalis yang digunakan adalah NaOH. Tahapan proses dimulai dari pretreatment bahan baku minyak jelantah, lalu reaksi kimia trans-estrifikasi, dan tahap terakhir pemisahan.

 

Meskipun terlihat sederhana, namun ada pula beberapa tantangan yang perlu dihadapi dalam proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel. Tantangan utamanya adalah mengenai pasokan minyak jelantah yang fluktuatif. Minyak jelantah dikumpulkan dari pengusaha makanan, dimana seringkali supply-nya tidak menentu. Tantangan berikutnya adalah dari segi kualitas feedstock minyak jelantah yang berbeda-beda, bergantung penyuplainya. Rata-rata kualitas minyak jelantah mempunyai kualitas rendah, dimana kandungan asam lemak bebas (FFA) di atas 5%.

 

Share on Facebook
Share on Twitter
Please reload

Featured Posts

Mengenali Potensi Minyak Jelantah

November 18, 2016

1/1
Please reload

Recent Posts